September 25, 2021

Trendrays.com

Trend Info Terkini

3 Cara Mengatasi Anak Kesulitan Belajar 

Belajar tak hanya di sekolah di rumah juga anak perlu belajar untuk mengerjakan tugas sekolahnya. Apalagi sekarang di masa pandemi sekolah dilakukan dari rumah jadi Anda selaku orang tua harus menemukan cara mengatasi anak kesulitan belajar dengan baik. Gangguan belajar ini bisa saja kesulitan atau keterlambatan dalam bidang tertentu. 

  • Teknik Belajar yang Tepat

Setiap anak memiliki kemampuan belajar dengan teknik yang berbeda. Cara untuk mengatasi anak yang kesulitan belajar dengan memilih teknik belajar sesuai dengan tipe anak. Tipe Auditori adalah anak yang lebih mudah belajar dengan cara mendengarkan. Daya tangkapnya lebih cepat saat mendapatkan penjelasan langsung dari mata pelajarannya. 

Buat anak yang tipe visual cenderung melihat jadi cara mengajarinya dengan menjelaskan mata pelajaran tersebut di papan tulis atau di kertas. Anda bisa menerangkannya dengan baik dan perlahan-lahan. Anda bisa menyampaikan hal ini kepada gurunya agar bisa lebih memahami dan menemukan solusi yang tepat. 

  • Tanya Anak secara Langsung

Cara untuk mengatasi kesulitan belajar terhadap anak dengan menanyakannya langsung apa yang membuatnya susah untuk belajar atau bahkan malas. Bicaralah secara terbuka dari hati ke hati sampai anak menyampaikan masalahnya dan Anda bisa menemukan solusi yang tepat. Anda bisa mulai menanyai anak saat sedang mengajarinya atau saat sedang bermain dengannya. 

  • Support

Cara mengatasi anak yang kesulitan belajar dengan memberikan support kepada anak untuk mengembangkan kemampuan dan bakatnya. Cara ini tentu akan membuat anak lebih semangat dan lebih percaya diri untuk belajar. 

Apa lagi support Anda sebagai orangtua akan sangat membantu sekali. Support juga diberikan dengan membantunya mengerjakan tugas-tugas. Jika ada yang tidak bisa dikerjakannya Anda bisa mengontak guru agar bisa menjalin komunikasi dan melakukan evaluasi perkembangan semangat anak dalam belajar. 

Saat anak kesulitan belajar maka berikan anak pikiran positif bahwa dirinya bisa melakukannya. Jangan sampai Anda mendiskriminasi anak karena setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda. Jika usaha ini tidak membuat adanya perubahan pada anak, Anda bisa membawanya ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.