February 23, 2024

Trendrays.com

Trend Info Terkini

6 Metode Mengelola Manajemen Risiko dengan Mudah

cara mengatasi manajemen risiko

Lembaga keuangan merupakan salah satu pilar utama dalam sistem ekonomi suatu negara. Keberadaan lembaga keuangan memungkinkan distribusi modal ke berbagai sektor, termasuk perekonomian grassroot. Meskipun penting, lembaga keuangan tidak luput dari risiko, terutama risiko kredit yang dapat berdampak tidak hanya pada bisnis perusahaan, tetapi juga pada keseluruhan sistem perbankan. Oleh karena itu, pentingnya cara mengatasi manajemen risiko kredit bagi lembaga keuangan tidak dapat diabaikan.

 

Risiko kredit adalah risiko yang timbul akibat gagal bayar atau default dari peminjam dana. Ketika peminjam tidak mampu atau tidak mau memenuhi kewajibannya untuk melunasi pinjaman, lembaga keuangan akan mengalami kerugian. Hal ini disebabkan karena dana yang disalurkan oleh lembaga keuangan berasal dari dana yang terkumpul di lembaga tersebut. Dana tersebut dikelola dan disalurkan dengan harapan memperoleh keuntungan. Oleh karena itu, default peminjam tidak hanya mengakibatkan kehilangan dana yang telah disalurkan, tetapi juga potensi pendapatan.

 

Lembaga keuangan sangat menghindari situasi seperti ini, sehingga manajemen risiko kredit menjadi sangat penting. Dengan manajemen risiko kredit yang baik, diharapkan risiko kerugian dapat diminimalkan sehingga tidak berdampak fatal bagi kelangsungan perusahaan dan perekonomian secara keseluruhan.

 

Dalam menghadapi risiko kredit, lembaga keuangan perlu mengembangkan strategi pengelolaan risiko yang efektif. Meskipun risiko kredit tidak dapat dihilangkan sepenuhnya, manajemen risiko yang baik dapat membantu lembaga keuangan untuk mengurangi dampak risiko dan meningkatkan kemungkinan kesuksesan.

 

6 Metode Mengelola Manajemen Risiko Kredit

Manajemen risiko kredit adalah kebijakan dan strategi bank yang mencerminkan tingkat toleransi terhadap risiko kredit yang mungkin terjadi pada tingkat keuntungan yang diharapkan. Selain itu, manajemen risiko kredit juga merupakan praktik untuk memitigasi kerugian akibat risiko kredit dengan memahami kecukupan modal bank dan cadangan kerugian pinjaman pada waktu tertentu.

 

Lembaga keuangan, terutama bank, menggunakan sejumlah metode dan kebijakan dalam mengelola risiko kredit untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya kerugian. Berikut adalah enam metode yang dapat digunakan untuk mengelola risiko kredit:

  • Model Pemeringkatan (Grading Model)

Perusahaan dapat menciptakan model pemeringkatan kredit sebagai sarana untuk menetapkan kemungkinan terjadinya gagal bayar. Dengan model ini, perusahaan dapat melakukan kalibrasi risiko untuk menetapkan probabilitas tertentu untuk setiap kejadian yang tidak diinginkan. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk memastikan bahwa portofolio kredit bank tidak terpusat pada kredit berkualitas buruk.

  • Manajemen Portofolio Kredit

Perusahaan mengukur portofolio kredit untuk memberikan keyakinan bahwa kredit yang diberikan tidak terlalu terpusat pada satu wilayah saja. Dengan begitu, perusahaan dapat melakukan diversifikasi pada portofolio kreditnya sehingga risiko terjadinya gagal bayar yang bersifat sistemik dapat ditekan.

  • Sekuritisasi

Metode sekuritisasi adalah tindakan menjual sebagian portofolio kreditnya pada investor dalam bentuk surat berharga. Ini merupakan salah satu tindakan yang dapat dilakukan bank untuk melindungi usahanya. Sekuritisasi memungkinkan bank untuk mengurangi potensi eksposur yang tinggi pada jenis kredit tertentu, yang menurut skenario bank menunjukkan tingkat risiko tinggi.

  • Peran Agunan

Agunan adalah aktiva yang diperjanjikan debitur untuk mendapatkan kredit dan dapat diambil alih ketika terjadi gagal bayar. Agunan memiliki peran penting dalam kebijakan pemberian kredit yang diterapkan bank. Bentuk agunan yang paling aman adalah uang tunai, sedangkan bentuk agunan yang paling umum adalah properti hunian.

  • Monitoring Arus Kas

Beberapa bank yang mengalami tingkat gagal bayar yang tinggi, menurunkan risiko kredit dengan membatasi eksposur dan memastikan nasabah bereaksi cepat terhadap keadaan yang berubah. Cara ini dapat mengurangi permasalahan secara signifikan.

  • Manajemen Pemulihan

Pengelolaan yang efisien terhadap suatu kredit yang mengalami gagal bayar dapat menghasilkan pemulihan cukup besar dibandingkan tingkat kerugiannya.

 

Dengan penerapan metode-manajemen risiko kredit yang tepat, lembaga keuangan dapat mengelola risiko kredit dengan lebih efektif, meminimalkan kerugian, dan meningkatkan keberlanjutan bisnis mereka.

 

Langkah Penerapan Manajemen Risiko Kredit

Manajemen risiko kredit merupakan aspek penting dalam operasional lembaga keuangan, terutama dalam menghadapi peningkatan risiko pinjaman bermasalah. Proses penerapan manajemen risiko kredit melibatkan beberapa poin utama menurut para ahli.

  • Pengawasan Aktif Dewan Komisaris dan Direksi

Dewan komisaris bertanggung jawab dalam melakukan persetujuan dan peninjauan berkala mengenai strategi dan kebijakan risiko kredit perusahaan, sementara direksi bertanggung jawab untuk mengimplementasikan strategi, mengembangkan kebijakan, memantau, dan mengendalikan risiko kredit, serta menangani kredit bermasalah.

  • Kebijakan, Prosedur, dan Penetapan Limit

Perusahaan perlu memiliki kriteria pemberian kredit yang sehat dengan pemisahan fungsi antara pihak yang melakukan persetujuan, analisis, dan administrasi kredit. Selain itu, penetapan limit untuk seluruh nasabah sebelum melakukan transaksi kredit juga diperlukan.

  • Proses Identifikasi, Pengukuran, Pemantauan, dan Sistem Informasi Manajemen Risiko Kredit

Perusahaan perlu mengidentifikasi risiko kredit yang melekat pada seluruh produk dan aktivitasnya, serta mengembangkan sistem informasi dan prosedur untuk memantau kondisi setiap nasabah.

  • Sistem Pengendalian Intern

Perusahaan perlu melakukan kajian ulang terhadap proses penyaluran kredit, memiliki prosedur pengelolaan penanganan kredit bermasalah, dan memisahkan fungsi penyelesaian kredit bermasalah dengan fungsi yang memutuskan penyaluran kredit.

 

Dengan penerapan metode-manajemen risiko kredit yang tepat, lembaga keuangan dapat mengelola risiko kredit dengan lebih efektif, meminimalkan kerugian, dan meningkatkan keberlanjutan bisnis mereka. Risiko kredit merupakan salah satu risiko terbesar bagi perusahaan keuangan dan perbankan, sehingga pengelolaan yang baik sangat diperlukan untuk meminimalisir kerugian yang ada.

 

Teknik dan Alat untuk Mengelola Risiko Kredit

Dalam mengelola dan mengatasi manajemen risiko kredit, terdapat beragam teknik dan alat yang dapat digunakan. Mayangknath Jha dari Leadsquared menjelaskan tujuh teknik dan alat untuk manajemen risiko kredit agar lembaga keuangan dapat menghindari fraud dan gagal bayar. Berikut adalah penjelasannya.

  • Menciptakan Tingkatan Otoritas Persetujuan Pinjaman

Lembaga keuangan dapat menciptakan sistem persetujuan pinjaman dengan tingkatan-tingkatan, sehingga pengajuan pinjaman dapat ditinjau berulang kali sesuai dengan tingkatan organisasi, mulai dari kantor cabang hingga kantor regional.

  • Menentukan Batas Kehati-hatian

Lembaga keuangan perlu mematuhi batas kehati-hatian yang ditetapkan oleh regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan, termasuk batas pinjaman, rasio likuiditas, rasio kredit bermasalah (NPL), dan batas investasi.

  • Melakukan Pemeringkatan Risiko

Lembaga keuangan bekerja sama dengan biro pemeringkat kredit untuk mendapatkan informasi kepantasan (creditworthiness) dalam bentuk profil skor kredit seorang peminjam. Metode ini sudah menjadi standar bagi banyak lembaga keuangan, bahkan dengan melibatkan kecerdasan buatan untuk menganalisis titik kritis yang beragam.

  • Menentukan Harga Risiko

Manajemen risiko kredit juga dilakukan dengan menentukan harga risiko, seperti menetapkan jaminan, suku bunga, dan biaya tambahan untuk peminjam dengan profil risiko tinggi.

  • Menggunakan Alat Analisis Deteksi dan Kendali Risiko

Dengan memanfaatkan kecerdasan buatan, lembaga keuangan dapat melakukan analisis pada sejarah kredit nasabah dan melihat perubahan perilaku utangnya. Dengan alat ini, bank dapat bertindak secara proaktif ketika mengamati perilaku nasabah dan mendesain proses kredit yang efektif.

 

Manajemen Risiko Kredit untuk Segmen Unbanked

Manajemen risiko kredit bagi segmen unbanked merupakan tantangan besar bagi lembaga keuangan. Segmen unbanked memiliki minimnya informasi dan data terkait pihak yang membutuhkan akses fasilitas keuangan, serta kerap beraktifitas ekonomi secara informal yang membuat mereka memiliki pendapatan yang tidak stabil.

 

Alat dan metode pengelolaan risiko yang ada kerap kali tidak efektif pada segmen unbanked, seperti penentuan harga risiko yang terlalu tinggi dan agunan yang tidak efektif. Untuk mengatasi tantangan ini, alat seperti Ascore.ai dapat memberikan profil kredit yang akurat bagi segmen unbanked dengan menggunakan kecerdasan buatan untuk menganalisis aktivitas telekomunikasi, data transaksi utilitas, dan aktivitas media sosial.

 

Dengan penerapan teknik dan alat yang tepat, lembaga keuangan dapat mengelola risiko kredit dengan lebih efektif, meminimalkan kerugian, dan meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.

 

Mengatasi Manajemen Risiko dengan Bantuan Ai Machine Learning

Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa manajemen risiko adalah proses identifikasi, evaluasi, dan mitigasi risiko yang mungkin terjadi. Manajemen risiko yang efektif dapat membantu organisasi untuk mengurangi kerugian dan meningkatkan keberhasilan.

 

Kini dengan bantuan Ai, mengatasi manajemen risiko dapat lebih mudah. Salah satu Ai yang dapat membantu mengatasi manajemen risiko adalah Ascore.ai dari Amartha. Platform ini merupakan layanan credit decisioning solution berbasis AI yang dapat membantu organisasi untuk mengatasi manajemen risiko. Ascore.ai dapat digunakan untuk menilai kelayakan kredit, melakukan cek latar belakang orang, mengidentifikasi tren dan pola baru serta memiliki beberapa manfaat untuk manajemen risiko, antara lain:

  • Meningkatkan akurasi penilaian risiko: Ascore.ai dapat mempertimbangkan lebih banyak faktor dalam penilaian risiko, sehingga hasil penilaiannya lebih akurat.
  • Meningkatkan efisiensi proses penilaian risiko: Ascore.ai dapat melakukan penilaian risiko secara otomatis, sehingga prosesnya lebih efisien.
  • Meningkatkan efektivitas proses penilaian risiko: Ascore.ai dapat memberikan informasi yang lebih lengkap dan relevan, sehingga proses pengambilan keputusan menjadi lebih efektif.

 

Secara umum, Ascore.ai adalah solusi yang efektif untuk mengatasi manajemen risiko. Ascore.ai dapat membantu organisasi untuk mengurangi kerugian dan meningkatkan keberhasilan.