April 17, 2024

Trendrays.com

Trend Info Terkini

Awalnya Akad Ingin Digelar 14 Februari Fakta-fakta Pernikahan Ali Syakieb & Margin Wieheerm

Berikut sejumlah fakta terkait pernikahan Ali Syakieb dengan Margin Wieheerm. Kabar bahagia, datang dari pasangan Ali Syakieb dan Margin Wieheerm yang baru saja menikah. Keduanya melangsungkan akad nikah, pada Sabtu (6/2/2021) pagi.

Momen sakral pasangan ini berlangsung khidmat di Gedong Putih, Bandung, Jawa Barat. Lantas usai resmi menjadi suami istri, Ali Syakieb dan Margin Wieheerm ditemui di lokasi pernikahan. Hal tersebut disampaikan dalam video yang diunggah di kanal YouTube KH Infotainment, Sabtu (6/2/2021).

Dari perbincangan dengan pengantin baru, diketahui sejumlah fakta soal pernikahan mereka. Mulai dari keinginan awal soal tanggal akad nikah yakni pada 14 Februari 2021 mendatang. Hingga jumlah mahar yang diberikan oleh Ali Syakieb untuk sang istri.

Mengucap janji sehidup semati, Ali Syakieb mengaku tak merasa grogi. Meski sempat ada sedikit kejadian, namun akad tetap berjalan lancar. Ia menerangkan saat mengucapkan ijab kabul menggunakan bahasa Indonesia dengan satu napas.

"Deg degan sih nggak, Alhamdulillah. Tadi emang ada miss komunikasi aja," terang Ali Syakieb. Sementara itu, Margin Wieheerm tak ada di sisi sang pujaan hati saat ijab kabul. Ia mengikuti tradisi di mana mempelai wanita tidak disandingkan dengan mempelai pria sebelum sah.

"Tadi aku lihat dari kejauhan aja sih, tapi denger juga," jelas Margin Wieheerm. Dalam kesempatan itu, Ali Syakieb mengungkapkan semula akad nikah direncanakan bukan hari ini. Melainkan tepat dengan hari kasih sayang, yakni Minggu (14/2/2021).

Akan tetapi karena terkendala pemesanan gedung, maka keinginan tersebut pupus. "Malah tadinya rencana kita mau tanggal 14 Februari. Karena gedungnya udah nggak bisa jadi ya udah," tambah Ali Syakieb. Margin Wieheerm menambahkan alasannya dibalik keinginan menikah di tanggal 14 Februari.

"Jadi dia ulang tahunnya tanggal 6, aku tanggal 8. Jadi 6 tambah 8 gitu," imbuhnya. Saat melangsungkan akad nikah, pasangan ini mengusung tema adat Sunda modern. Sehingga dalam pelaksanaannya juga dilakukan sejumlah prosesi adat.

Kendati demikian, ternyata ada prosesi yang tidak dilakukan oleh pengantin baru ini. "Dan emang kita kaya prosesi adat yang nggak ada itu nyawer , biasanya 'kan ada." "Cuma kita nggak ada karena nggak boleh ada kerumunan gitu," ungkap Margin Wieheerm.

Pemilihan adat Sunda diakui Margin Wieheerm tidak ada alasan khusus. Hanya saja memang keduanya sama sama memiliki darah Sunda. "Kebetulan sama sama sunda, mungkin di sini yang masih bisa dikatakan cukup kental dari pihak keluarga Margin," tutur Ali Syakieb.

Setelah resmi menjadi suami istri, Ali Syakieb berkeinginan untuk menetap di Bandung, Jawa Barat. Akan tetapi keputusan itu belum yakin, lantaran tak tahu bagaimana kegiatannya ke depan. "Udah sih, untuk sekarang kayanya ada keinginan tinggal di Bandung."

"Intinya selagi ada pekerjaan selain syuting bisa di handle di rumah ya bakal stay di Bandung," imbuhnya. Saat menikahi Margin Wieheerm, Ali Syakieb memberikan mas kawin atau mahar berupa uang. Nominal uang tersebut pun disesuaikan dengan tanggal pernikahan mereka hari ini.

Ia menuturkan mahar yang diberi menggunakan uang kuno namun tetap rupiah. "Mas kawin berupa uang, dibentuk sesuai dengan tanggal pernikahan kita," tandas Ali Syakieb. Artikel ini merupakan bagian dari

KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.