September 25, 2021

Trendrays.com

Trend Info Terkini

Sabtu 6 Februari 2021 Fakta-fakta Banjir yang Menerjang Semarang Hari ini

Hujan deras yang melanda Kota Semarang, Sabtu (6/2/2021) dini hari menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Banjir di Semarang bahkan melumpuhkan sesaat simpul simpul transportasi nasional. Jalan Pantura Semarang Kendal tepatnya di Mangkang lumpuh total karena banjir, Sabtu (6/2/2021).

Hujan deras sejak semalam Jumat (5/2/2021) membuat jalan tersebut tergenang setinggi 60 hingga 70 sentimeter. Akibatnya kendaraan tidak bisa melintasi jalan tersebut dan menyebabkan kemacetan parah. Dilansir oleh Kapolsek Ngaliyan Kompol Chistian Lolowang menjelaskan saat ini arus sedang dialihkan ke pintu tol Ngaliyan.

Ia menjelaskan saat ini anggotanya dan Lantas Polres Semarang sudah dilokasi untuk mengurai kemacetan dan mengalihkan arus lalulintas. Runway bandara Ahmad Yani Semarang tergenang banjir. Akibatnya, kegiatan penerbangan dihentikan sementara setidaknya hingga pukul 09.00 WIB.

Stakeholder Relation Manager Bandara Ahmad Yani, Heri Trisno Wibowo melalui keterangan tertulis menyampaikan upaya yang telah dilakukan pihak bandara untuk mengurangi genangan air. "Telah terjadi genangan air di sekitaran runway Bandara Jenderal Ahmad Yani saat dilakukan pengecekan secara rutin di pagi hari." "Namun saat ini sedang dilakukan langkah langkah antisipasi dengan cara pengaktifan 54 unit pompa untuk menghindari terjadinya banjir di area bandara," kata Heri Trisno Wibowo.

Penyedotan genangan air dengan pompa tersebut diharapkan segera bisa menormalisasi aktivitas di bandara. "Koordinasi ketat juga dilakukan oleh unit terkait. Hal ini terjadi dikarenakan cuaca buruk dan hujan deras yang tak kunjung berhenti sejak tadi malam," imbuhnya. Saat ini Bandara Ahmad Yani Semarang ditutup sementara selagi pembersihan genangan air di runaway dilakukan.

Hingga saat ini satu pesawat terkena dampak penundaan jadwal penerbangan yaitu Garuda Indonesia GA 232 Jakarta Semarang. Banjir di daerah Jalan Raya Pantura, Mangkang menyebabkan pengendara roda dua terpaksa menuntun kendaraannya lantaran mogok. Banjir juga menyebabkan kemacetan cukup panjang di jalur tersebut.

Para petugas baik dari aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan Kota Semarang turun ke lokasi mengatur arus lalu lintas. Salah satu warga sekitar, Tamdzi mengatakan, banjir memang biasa menggenangi kawasan itu. "Banjir dari jam 4 sampai sekarang jam 10.45 WIB, parah sekali. Tiap hujan deras pasti banjir luapan dari Kali Bringin," ujar Tamdzi yang dikutip dari Sabtu (6/2/2021).

Selain itu, sejumlah titik dan jalan raya lainnya di Kota Semarang juga terendam genangan air seperti di daerah Genuk, Pasar Johar, Kota Lama hingga Gondoriyo. Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Winarsono menyebut, ada 27 jalan di Kota Semarang yang terendam banjir. Ketinggian air bervariasi mulai dari 20 sentimeter hingga 1 meter.

Titik tersebut antaralain: Jalan Dr Cipto 30 cm Jalan Muktiharjo arah Kaligawe dan Tlogosari banjir 50 cm

Jalan Jenderal Sudirman 40 cm Depan Kantor Pos Semarang 40 cm Jalan Citarum 30 cm

Kranggan deretan toko mas sampai gapura Pecinan 40 cm Pucang Gading Raya 30 cm Jalan Mangkang Raya (depan aneka jaya) 40 50 cm

Jalan Majapahit (DPN RSJ ) 30 cm Jalan Tlogosari banjir 30 40 cm Jalan Iman Bonjol (Stasiun Ponjol) banjir 20 cm Jalan Kuala Mas Raya banjir 20 30 cm

Jalan Taman Tawang (Stasiun Tawang) banjir 20 40 cm Puri Anjasmoro Semarang Indah dan sekitarnya ketinggian air + 30cm Jalan Hasanudin 20 cm Jalan Barito 30 cm

Jalan Pattimura 20 cm Jalan Agus Salim 20 cm Jalan Kaligawe 50 cm

Jalan Tawang Mas 40 cm Jalan Karang Ayu 30 cm Simpang lima 20 cm

Bandarharjo 30 cm Genuksari 30 40 cm Jalan Sukarno Hatta 20 cm

Kelurahan Sawah Besar 40 cm Krobokan Semarang Indah 50 cm Winarsono menyebutkan, BPBD telah menerjunkan personil untuk membantu warga yang membutuhkan, salah satunya dengan segera menyalurkan bantuan logistik.

Tak hanya banjir, kata Winarsono, ada beberapa bencana longsor yang terjadi di Kota Semarang pada Sabtu (6/2/2021). "Data pagi tadi ada lima titik longsor. Paling parah di Cinde dan Jomblang karena ada korban jiwa," terangnya.