February 23, 2024

Trendrays.com

Trend Info Terkini

Tak Ada Tabung Gas Dikurung di Keraton Viral Putri Raja Solo Cari Daun Singkong buat Dimakan

Viral video seorang putri Raja Paku Buwono (PB) XIII Keraton Solo mencari daun singkong untuk dimakan. Belakangan diketahui sosok putri Raja Solo itu bernama GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani. Putri Raja itu mengaku melakukan hal tersebut karena dikurung dalam keraton.

Video berdurasi 1 menit 30 detik memperlihatkan GKR Timoer memetik daun singkong untuk dimasak. Selain GKR Timoer, Putri PB XII GKR Wandansari alias Koesmoertiyah yang biasa dipanggil Gusti Moeng juga terperangkap di dalam keraton dan tidak bisa keluar. Fenomena itu bak cerita dalam kisah kisah yang dramatis.

Dalam video tersebut GKR Timoer dan Gusti Moeng memanfaatkan daun singkong dan daun pepaya untuk dimakan. "Bisa membayangkan enggak, anak raja seperti ini," tutur GKR Timoer Rumbai sembari menunjukkan daun singkong yang tumbuh di dalam benteng Keraton Solo, Jumat (12/2/2021). GKR Timoer ketika dihubungi menjelaskan, mereka mencari kayu bakar di dalam salah satu sisi keraton tempat dia terkurung.

Sebab, tidak ada tabung gas untuk masak. Dia menyatakan, tadi Kanjeng Edi Wirabhumi sudah mencoba mengirim logistik namun tidak berhasil. Jadi, GKR Timoer Rumbai dan GKR Wandansari Koes Moertiyah atau Gusti Moeng mencoba hidup dengan apa yang ada dalam keraton.

GKR Timoer mengungkapkan kondisi yang dia ungkap di media sosial sengaja dilakukan untuk memperoleh pertolongan. Dia mengatakan, ingin masyarakat tahu kondisi terbaru keraton saat ini. "Ya ini kondisinya," tuturnya.

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak buka suara soal kerabat keraton yang dikunci dalam Keraton. Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan, soal kerabat yang dikunci dalam keluarga keraton adalah masalah internal. "Kalau seputar masalah internal keluarga Keraton Solo," kata dia, Jumat (12/2/2021).

"Dipersilakan untuk diselesaikan secara internal keluarga keraton juga," jelanya. Dia mengatakan, pihak kepolisian melakukan patroli untuk memantau kondisi sekitar. Bila ada tindakan yang melawan hukum baru menjadi ranah polri.

"Kecuali jika ada tindakan melawan hukum, baru menjadi ranah Polri," paparnya. Kapolresta mengatakan, tidak ada hal menonjol yang terjadi. "Patroli Polresta Solo tetap pantau situasi Kamtibmas agar tetap kondusif," aku dia.

Sebelumnya, sejumlah kerabat Keraton Solo dikurung dan dikunci di Keraton Kulon sejak Kamis (11/2/2021) hingga Jumat (12/2/2021). Kerabat Keraton Solo yang dikunci di antaranya putri Raja Paku Buwono (PB) XIII GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani. Putri PB XII GKR Wandansari alias Koesmoertiyah yang biasa dipanggil Gusti Moeng.

Selain itu ada beberapa kerabat lain termasuk para penari Bedoyo. Kanjeng Pangeran (KP) Edi Wirabumi yang merupakan menantu Raja PB XII, membenarkan ada kerabat Keraton yang dikunci di dalam Keraton Kulon. Edi mengatakan, yang dikunci di Keraton Kulon termasuk GKR Wandansari yang juga istrinya.

Dia mengatakan, awal mula ada kejadian kerabat dikunci tersebut saat GKR Wandansari mendapatkan informasi ada tamu yang naik mobil dengan plat RI 10. "Ternyata itu ketua BPK RI," papar Edi, Jumat (12/2/2021). Lantaran yang datang adalah ketua BPK RI, GKR Wandansari merasa berkepentingan menyampaikan aspirasi.

Edi mengatakan, aspirasi yang akan disampaikan berkaitan dengan GKR Wandansari beberapa waktu lalu menerima surat dari BPK Jawa Tengah. "Gusti Moeng pernah mendapat surat dari BPK Semarang Jawa Tengah yang menanyakan semacam pertanggungjawaban keuangan 2018," papar dia. "Karena ketua BPK RI ada di Keraton, GKR Wandansari ikut masuk, pintunya juga terbuka," papar dia.

Saat GKR Wandansari masuk ke keraton, ternyata tamu sudah dipindahkan ke sisi barat, Setelah itu pintu dikunci. "Lewat keputren juga dikunci," papar dia. Kejadian pintu dikunci tersebut terjadi saat siang.

Sampai saat ini GKR Wandansari dan beberapa kerabat masih dikunci di dalam. Pihak Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menepis dugaan pengurungan terhadap kerabat dan para penari tari Bedaya. Di antaranya dialami Putri PB XII GKR Wandansari alias Koesmoertiyah atau biasa dipanggil Gusti Moeng dan Putri Raja Paku Buwono (PB) XIII GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani.

Wakil Pengangeng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta, Kanjeng Raden Aryo (KRA) Dany Narsugama mengatakan pengurungan seperti yang viral tersebut tidak benar. Kanjeng Dany sapaan akrabnya, belum bisa memastikan tamu yang hadir dalam acara keraton mengingat dirinya tengah pergi ke luar kota. Dany menegaskan, masuknya rombongan Gusti Moeng ke acara keraton belum mendapat izin dari Paku Buwana XIII.

"Barangsiapa yang masuk harus izin Sinuhun sebagai Raja, pimpinan tertinggi Keraton Solo," tuturnya tegas. Rombongan Gusti Moeng, sambung Dany, sebenarnya diizinkan keluar dari kawasan keraton pasca hadir dalam acara tersebut. "Jadi tidak ada ngunceni (dikunci)," ucap Dany.

"Semua gerbang ada penjaganya, kalau mereka menghendaki keluar, silahkan keluar," kata Dany. Rombongan Gusti Moeng, sambung Dany, kini berada di Keputren Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Namun, Dany belum bisa mengecek ke lokasi lantaran belum mendapatkan izin Paku Buwana XIII.

"Belum dapat delegasi masuk ke Keputren," ucapnya. Dany menegaskan mereka bisa menelpon penjaga atau dirinya bila ingin keluar. "Kalau mereka mau keluar saat ini juga, saya jaminan mereka akan dibukakan pintu," tegasnya.